5.30.2014

Tips Buat Yg Baru Mau Masuk Kuliah

Cieeee yg LULUS cieeeee... Tepokin tangan dulu ah *prokprokprok*. Selamet ya akhirnya kamu kamu udah dengan sukses ngelewatin Ujian Nasional baik dengan otak sendiri maupun bareng otak temen-temen lo. Hehehehe. Udah ngga sabar tuh pasti mau ngelempar seragam SMA ke dalem botol Coca-Cola terus botolnya dikocok-kocok terus dibuka tutupnya. Tau kok rasanya. Sekarang kamu kamu udah bukan siswa lagi, tapi ada gelar tambahan di depannya jadi MAHAsiswa. Tuh ada MAHAnya loh, berarti udah beda level sama siswa tanpa MAHA.

Nah buat kamu kamu yg mau masuk kuliah, pasti degdegan sekaligus penasaran dong kuliah itu kayak gimana. Jadi gue mau ngasih tips buat kamu-kamu supaya bisa survive di minggu pertama kuliah. Here they are:


5.29.2014

#10 Perempuan Biasanya

Ini bukan tulisan tentang dua manusia yang saling jatuh cinta. Ini adalah percakapan kecil tentang dua manusia yang sedang belajar mengenal cinta.

#1

Lelaki: Jam 7 malam gini kamu makan?
Perempuan: Aku lapar. Tadi siang aku nggak sempat makan. Ada yang salah?
Lelaki: Nggak sih, biasanya kan kalau perempuan begitu lewat maghrib nggak akan makan.
Perempuan: Perempuan yang mana?

#2

Lelaki: Kamu nggak minta email sama password semua akun yang aku punya?
Perempuan: Buat apa?
Lelaki: Ya mana aku tahu. Biasanya kan perempuan gitu.
Perempuan: Perempuan yang mana?

5.27.2014

5 Momen Sekip Yang Bikin Pengen Ditelan Bumi



Walau berjiwa Muda kadang kita tuh berotak tua. Pikun tiba-tiba!

Entah karena banyak banget yang dipikirin dalam satu waktu, cairan di otak lagi tipis, grogi, males mikir atau emang nggak sinkron aja antara otak dan gerakan, kita sering banget kehilangan konsentrasi alias sekip alias otak konslet. Hal yang harus nggak dilakukan malah dilakukan. Seperti beberapa kejadian berikut ini nih. Kalau udah terjadi, malunya minta ampun. Walau pun nggak ada yang ngeliatin, kamu pasti malu juga sama milyaran sel yang ada di diri kamu. Dan rasanya pengen balik lagi ke rahim ibu atau minta ditelan sama bumi sejenak.

5.26.2014

ber-introspeksi-ria

Barusan gue cerita cerita sama pacar. Tentang segala macem, mulai dari keluarga dia, keluarga gue, temen-temen bahkan sampe masa depan. Iya kalo lagi ngobrol sama dia udah kayak air di sungai, ngalir gitu aja. Gue ngga harus mikir mau ngomong apa. Tapi yg mau gue bahas disini adalah kenapa gue bisa sampe ngobrol tentang temen-temen.

Pernah ngga lo kepikiran kalo temen lo itu agak males untuk deket sama lo? Temenan tetep, tapi ya gitu, ada jarak kasatmata. Nah itu yg tadi gue obrolin sama pacar.

Apa yg akan kamu lakukan setelah lulus nanti?

Tadi ketika gue lagi ngebuka akun Blogger gue, di dashboard mata gue terpaku sama salah satu judul postingan dari temen gue (postingan tugas softskill sih lebih jelasnya), judulnya ini:
"Apa yg akan kamu lakukan setelah lulus nanti?"
JEGEERRRR!

Berasa di jedukin ke tembok loh rasanya. Sebenernya itu pertanyaan paling umum yg sering ditanyain ke mahasiswa. Pas gue tes wawancara buat jadi aslab juga gue ditanya kayak gini. Tapi kalo pertanyaan itu gue tanyain ke diri sendiri, mungkin jawabannya bakalan beda sama yg gue kasih ke staff atau ke orang-orang yg pernah nanya gitu ke gue. Bukannya plin-plan tapi ya gimana ya, jawaban yg itu emang ada di otak gue tapi di sisi lain otak ada jawaban lain.

5.21.2014

Bersosialisasi itu Apa?

Ceritanya kurang lebih sebulan yang lalu gue di-tag dalam sebuah foto yang berisi undangan untuk datang ke acara launching novel baru dari salah satu sahabat gue yang cukup produktif di bidang menulis novel. Sebut saja namanya Supri. Di foto undangan itu ada hampir ratusan icon "Love", "Smile", "Laugh", dan ada juga puluhan komentar penuh antusiasme mereka (yang sebagian besar adalah teman-teman gue juga). Ada juga yang bilang "Aku pasti datang!", "Sampe ketemu di sana ya!", "Good luck bro! See you there!", dan gue nggak komen apa-apa karena gue belum bisa memastikan bisa hadir atau enggak.

Hari H pun datang. Gue datang ke acara launching novel tersebut. Ternyata gue bisa hadir, karena hari itu gue lagi males jalan ama pacar-pacar gue. Sesampainya di venue, Supri sudah beraksi di atas panggung. Ada ratusan pembaca antusiasnya yang duduk di kursi-kursi yang tersedia di depan panggung. Terus gue nengok kanan-kiri, gue nggak nemu satupun orang yang komen penuh antusiasme di Path itu. Beberapa menit kemudian, baru deh dateng satu orang yang gue kenal. Hingga akhir acara, dari semua orang yang komen di Path, yang akhirnya hadir di acara itu memang cuma gue dan dia. Yang lainnya? Mungkin masih sibuk nge-love-in poto-poto di Path.


5.18.2014

Tugas Materi Softskill Bulan Ketiga

EXERCISE 35 : Passive Voice

1. Somebody calls the president every day
The president is called by somebody every day

2. John is calling the other members
The other members is being called by John

3. Somebody will call Mr.Watson tonight
Mr.Watson will be called by somebody tonight

4. The fire has caused considerable damage
Considerable damage has been caused by the fire

Suntik Vitamin C

Gue: nyoh suntik vitamin c apaan sih? 
Luna: suntik putih gitu nyoh 
Gue: ohhh suntik putih, gue kira.... (diem karena ternyata tebakan gue salah besar) 
Luna: apa? Lo kira apa? Jangan bilang lo kira itu buat sariawan gitu 

5.13.2014

So this is the point where I get tired with... well, everything. Bosen bre.


- Chairunnisa, lagi jenuh.

5.07.2014

Oh Internet... Oh Gadget...

Internet and technology were supposed to bring us closer and the gadget that supports all that made us even closer, made the distance smaller and almost gone, right? But in reality, it makes us even further. Ironic isn't it?

Apakah benar kita justru di dekatkan dengan semua kecanggihan buatan manusia tersebut? Jelas iya. Bayangin aja, kita bisa menjangkau orang-orang dengan jarak yang seharusnya ditempuh dalam waktu berhari-hari sekarang cukup nyalain paket internet terus connect and on you go. Lo tersambung ke seluruh dunia. Dunia juga terhubung ke lo. Pokoknya lo sama dunia jadi punya hubungan gitu deh, ya walaupun status hubungannya tergantung sinyal dan sisa kuota internet lo..

Tentang Kebahagiaan



Kemarin gue dicurhatin temen gue yang kuliah di luar negeri. Dia kuliah di Kutub Utara mengambil jurusan insinyur es serut. Nah, dia curhat tentang segala kekurangan yang dia rasakan dalam hidupnya. Dia merasa hidupnya itu penuh kekurangan banget. Dia mengeluhkan tentang warna cat rambutnya yang nggak bener kek, berat badannya yang naik 5 ons kek, atau orang tuanya ternyata bukan David dan Victoria Beckham kek. Hal itu bikin gue ngerasa kesal, menahan amarah, lalu setiap kali dia menambahkan keluhan-keluhan hidupnya, gue ketiduran.

Gue kesal sama nih anak, di mata gue hidupnya itu udah enak banget. Bisa kuliah di luar negeri, di saat banyak orang yang pengin ke sana dan nabung seumur hidupnya pun nggak cukup dana. Dia ngeluhin soal penampilannya yang menurut gue udah jauh lebih cantik daripada cabe-cabean yang nongkrong di fly-over manapun. Dia ngeluhin soal keluarganya yang masih utuh di saat di luar sana masih banyak anak-anak yang sejak lahir udah diasuh sama tempat sampah.