12.31.2015

Best Things In 2015

  1. Sidang Skripsi lancar jaya
  2. Lulus kuliah!
  3. Wisuda (yeaaahhh!)

Time Does Heal

Hari ini gue mencoba untuk kedepannya menomer satukan logika, hati tetep dipake tapi ngga terlalu banyak. Biar ngga kelewatan bodohnya. Hari ini gue mau rekap apa aja yg udah gue alamin. Tsahelah kan. Baik seneng, ataupun sedih. Gue rekap semua. Yah mau tutup buku kan, udah mendekati akhir tahun, jadi semua transaksi yg udah terjadi harus direkap #tipikalanakakuntansibanget

12.30.2015

"Untuk dia, dia yang merasa kata 'dia' yang aku tulis ini tertuju padanya."
- arif warsito (via Tumblr)

Dan untuk kamu yg merasa setiap kata 'dia' yg kutuliskan ini benar tertuju padanya.

Tangan suka gatel gitu kalo ngeliat kertas kosong sama pensil warna nganggur, ga harus pensil warna, pensil biasa pun jadi. Kalo dulu jaman SMA halaman belakang buku tulis si Intan yg jadi korban atau punya Juni, pas kuliah di lembar soal UTS + UAS + UU sama di revisian. Ngga melulu harus kertas sih, kadang tissue nganggur pun gue sikat, selama ada media yg nganggur pokoknya.

Dialog Hari Ini (29 Desember 2015)

Stasiun Manggarai, tangga peron 4.
Gue: Bu numpang ya *sambil ngelurusin kaki yg udah pegel ga keruan*
Ibunya: Iya gapapa, pegel ya nungguin kereta ke Bekasi? Lama banget.
Gue: Iya mana masih jauh banget, masih di Sawah Besar.
Ibunya: Giliran Bogor Depok bolak-balik terus daritadi, salah apa ini orang Bekasi.
Gue: BHAHAHAHAHAHA *ngakak dalem hati*

12.28.2015

45K!

So like five minutes ago, I was checking my blog and that just happened right before my very eyes.
I... I just can't say anything.
I am speechless beyond belief.

Candu

kata-katamu itu candu
setidaknya begitu untukku
ibarat tandu
yang memangku semua yang telah layu
merasuk hingga ke tulangku
membuat semua lantas terasa pilu

Rumah,
 12.10 pm | 7 Desember 2015 
"Atau mungkin jarimu perlu menjelma jariku, agar kamu tahu jika setiap kali senar yang kupetik bernada kamu."
- arifwarsito (via Tumblr)

dan semua lirik yg kucipta selalu dengan namamu didalamnya.

12.27.2015

Perhaps

Perhaps someone you want to share your life with is standing right before your very eyes. Perhaps he wants it too. Perhaps you both know that's what you want but too scare to admit it.

"Membayangkan wajahmu saja sudah mampu membuatku merangkai puisi hingga seribu,
bagaimana jika kau benar-benar berdiri di depanku?"
— mulai menulis puisi yg ke seribu satu.