4.25.2021

Where do you see us in the next 5 years?

Malam di hari itu biasa saja, tidak ada yang istimewa. Banyak awan kelabu, dan hanya ada dua atau tiga bintang yang terlihat samar-samar karena polusi cahaya dari gedung-gedung jangkung khas ibu kota yang kelewat banyak. Jalanan di bawah sana sudah mereda, cuma segelintir kendaraan lalu-lalang ingin segera pulang. Sama saja seperti malam-malam sebelumnya.

4.21.2021

Cracks on the floor

I suppose with every heartbreak, your heart crumbles into more pieces than the previous one and making it harder to put back together each time. I don't believe the wound will be healed completely. No, there'll be leftover cracks, especially for that devastated and torturous one. The one where you feel pain in every single place of your body. The one where those lonely nights were spent crying in agony. The suffocation feeling of being left alone that you have to endure yet again. The kind of heartbreak time could never mend. Eventually, your heart will have so many cracks all over it.

3.30.2021

titik (.)

aku mencintaimu sampai titik
tanpa koma
tanpa tanda tanya

3.12.2021

"Semoga dengan siapapun saya menikah nanti (dengan catatan saya akan menikah pada akhirnya), dia ngga akan terganggu dengan cekikian, jejeritan, dan celotehan saya ketika baca buku, sama seperti ngga terganggunya ketika dia dengar bunyi detik jarum jam."
 
- lebih asik lagi kalau saya bisa dapat bonus cium kening ketika lagi seru baca buku, tapi hal di atas sepertinya sudah cukup.

2.28.2021

Sang Pemenang

Matahari sedikit lebih cepat pulang ke peraduannya, mungkin malu karena kamu bersinar terang sekali hari itu. Pepohonan di sekitar berdebar lantaran senyummu bertambah seribu kali lipat manisnya. Itu pohon-pohon, bayangkan menjadi aku. Sungguh Tuhan, pemandangan di depanku adalah mahakaryaMu yang tiada duanya. Berlebihan, tapi tak apa, kalau tentangmu tidak ada cukup yang benar-benar cukup.

2.01.2021

???

What am I doing?
Do I have to figure everything out by now? 
Why can't I be like everybody else with their lives all planned out?
Am I just another fucked up lost cause?
Where do I want to go?
Would it be so terrible to head aimlessly for a while? 
Which way should I take?
What do I want to do with my life?

1.24.2021

Untuk seorang yang berjuang setengah mati supaya tidak lagi menjadi pecandu, ternyata hanya butuh jalan temaram ramai kendaraan dan tanganmu yang tak hentinya kugenggam, untuk kembali menjadi salah satunya. Yang lalu jatuh tergelincir dengan sukarela dari ujung jari-jari tanganmu yang sibuk kukecup semalaman, menyisipkan deklarasi hati pada setiap kesempatannya.

Langit malam itu penuh sesak dengan doa diam-diam supaya selamanya bisa dimulai dari sekarang.

1.13.2021

The Aftermath

The aftermath when two people who had promised to be with each other cannot work it out anymore could be horrid. Even if the parting is inevitable, and you saw that coming, knowing very well what would happen next, still, no one is truly ready for the heartbreak.

It throws you off from the course, your whole world trembling. You have to change everything because everything is not going to be the way it used to anymore. It could shatter you completely.

1.11.2021

And so it is

Wow... ngga nyangka kalau 30 Days Writing Challengenya bisa selesai, walaupun ngga tepat waktu sih, tapi paling ngga sudah selesai. Rasanya gimana? I feel nothing actually. Ngga ada rasa senang, lega, bahagia, excited atau apapun. Entah, mungkin saat itu saya sedang merasa withdrawn juga jadinya saya ngga ada rasa yang gimana-gimana.

12.31.2020

Day 30 - Bleeding ink

Some things are easier to write than said, some even meaningless unless written. That's why writing has always been my coping mechanism. I wrote about almost everything as far as I can remember. I don't think I can make it this far without writing. It helps me so much.