2.05.2014

Perawan Metropolitan

Dia lahir di tengah hutan baja
Dibesarkan kerasnya ibu kota
Dihangatkan gemerlap metropolitan
Ditimang senandung bising jalanan

Dia tumbuh jadi kupu-kupu
Terbang ke sana-kemari
Perawan yang hilang arah tujuan
Tersesat di labirin kehidupan

Mencari-cari makna cinta
Ayah bunda sibuk entah ke mana
Jatuh ke lubang gelap dosa
Raga dihina, batin terluka

Tapi dia tetap tersenyum
Melayang menari bersama angin
Punggungnya masih kukuh
Walau sayapnya kian rapuh

Depok, 25 Januari 2014


No comments:

Post a Comment